DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh di bendungan Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Jumat (17/4/2026) pagi. Korban diduga terpeleset saat hendak buang air kecil dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Korban diketahui bernama Sugeng(22). Informasi awal kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Polsek Mengwi sekitar pukul 04.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan mengerahkan delapan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan persiapan pencarian dengan metode penyelaman dan penyisiran di sekitar bendungan.
Sekitar pukul 06.00 WITA, satu personel SAR melakukan penyelaman di area pintu air bendungan dengan kedalaman air mencapai 3 hingga 4 meter. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan metode penyisiran ke arah hilir. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 10 hingga 15 meter dari lokasi awal terjatuh.
Koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Suastra, menjelaskan bahwa posisi korban ditemukan di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar sepaha orang dewasa. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap.
“Diperkirakan lokasi penemuan sekitar 10 sampai 15 meter dari titik awal korban terjatuh,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju RSUD Mangusada Badung menggunakan ambulans milik PMI Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya delapan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, tiga personel Polres Badung, enam personel Polsek Mengwi, dua personel Polair Polres Badung, tiga personel PMI Badung, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di area berisiko seperti bendungan atau sungai, terlebih dalam kondisi tidak stabil akibat pengaruh alkohol.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas berbahaya di sekitar aliran air, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











