BerandaDenpasarKLH Bali Klarifikasi Video Viral Sampah di Estuary Dam Tanah Kilap, Sebut...

KLH Bali Klarifikasi Video Viral Sampah di Estuary Dam Tanah Kilap, Sebut Kondisi Sudah Terkendali

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com — Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali I Made Dwi Arbani memberikan klarifikasi atas beredarnya video di akun Instagram infobalinese.id yang menarasikan kondisi Estuary Dam Tanah Kilap dipenuhi sampah kiriman usai hujan mengguyur Kota Denpasar.

Menurut Arbani, narasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi terkini di lapangan. Ia menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung serta mendokumentasikan situasi terbaru di lokasi.

“Video yang beredar kemungkinan diambil pada momen tertentu saat terjadi peningkatan debit air dan kiriman sampah dari hulu. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan telah ditangani oleh petugas di lapangan,” jelasnya di Denpasar, Jumat (24/4).

Sebagai bukti, KLH Provinsi Bali merilis video pembanding yang dilengkapi dengan informasi tanggal dan titik koordinat lokasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi Estuary Dam Tanah Kilap sudah bersih dan terkendali, bahkan dimanfaatkan warga untuk aktivitas memancing.

Arbani menegaskan, fenomena sampah kiriman di aliran sungai dan bendung estuari memang dapat terjadi saat hujan deras akibat meningkatnya debit air yang membawa material dari kawasan hulu. Namun hal itu bukan berarti lokasi dibiarkan tanpa penanganan.

Ia menjelaskan, pembersihan rutin di kawasan Estuary Dam Tanah Kilap terus dilakukan secara berkala melalui koordinasi lintas instansi.

Baca Juga:  Koster: Digitalisasi dan Keluarga Perkuat Antikorupsi Bali

“Kondisi sampah yang menumpuk seperti di video itu tidak berlangsung lama. Setelah ada kiriman, petugas langsung bergerak melakukan pembersihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan pembersihan di kawasan tersebut dikoordinir oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida sebagai instansi yang memiliki kewenangan pengelolaan wilayah sungai, dengan dukungan pemerintah daerah dan petugas kebersihan terkait.

Menurut Arbani, kerja penanganan sampah di titik-titik aliran sungai tidak bisa hanya dilihat dari satu potongan video berdurasi singkat, sebab kondisi lapangan sangat dinamis tergantung cuaca, debit air, dan kiriman material dari hulu.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak disertai konteks waktu yang jelas.

“Peran masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, tetapi juga dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Ia menilai, penyebaran konten tanpa penjelasan waktu pengambilan dapat memunculkan persepsi seolah-olah pemerintah tidak bekerja, padahal di lapangan petugas terus melakukan pembersihan dan pemantauan.

Selain klarifikasi soal video viral, Arbani kembali mengingatkan bahwa persoalan sampah kiriman sejatinya berakar dari belum optimalnya pengelolaan sampah di sumber, terutama di kawasan permukiman yang berada di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga:  DLH Tabanan Luruskan Klaim Kota Paling Berpolusi, Ini Data Resminya

Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke drainase, selokan, maupun sungai akan terbawa menuju hilir dan menumpuk di bendung estuari seperti Tanah Kilap.

Karena itu, ia menegaskan solusi utama tetap berada pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga, desa, pasar, hingga kawasan usaha.

“Kalau dari hulunya bersih, kiriman ke hilir juga akan berkurang. Jadi persoalan ini harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama,” tegasnya.

KLH Provinsi Bali, lanjut Arbani, berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi persoalan sampah, khususnya di kawasan aliran sungai, muara, dan pesisir yang rawan terdampak kiriman saat musim hujan.

Pemerintah juga akan terus mendorong edukasi publik agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton persoalan sampah, tetapi ikut menjadi bagian dari solusi melalui perubahan perilaku sehari-hari.

Dengan klarifikasi ini, KLH Bali berharap masyarakat memperoleh gambaran yang utuh bahwa kondisi Estuary Dam Tanah Kilap saat ini dalam keadaan bersih, terkendali, dan tetap berada dalam pengawasan petugas terkait.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER