TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sosok Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menjadi pusat perhatian dalam aksi kemanusiaan bertajuk Bergerak dan Berbagi yang digelar secara roadshow di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri, Senin (27/4/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang akrab disapa Bunda Rai itu turun langsung menyapa masyarakat di Banjar Sekartaji Desa Sesandan dan Desa Abiantuwung, sekaligus menyalurkan bantuan bedah kamar bagi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banjar Kalanganyar Desa Sudimara serta Banjar Sangulan, Banjar Anyar Kecamatan Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua GOW Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, jajaran perangkat daerah, camat, hingga pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan.
Kehadiran lintas unsur ini menegaskan bahwa gerakan sosial tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan aksi bersama untuk menyentuh langsung masyarakat rentan yang membutuhkan perhatian.
Di Kecamatan Tabanan, bantuan disalurkan kepada 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), serta 60 kader PKK kurang mampu.
Selain bantuan sembako, juga diberikan 1 bantuan rehabilitasi kamar ODGJ, 8 tripod, 10 alat bantu dengar, 1 walker, dan 3 kursi roda.
Sementara di Kecamatan Kediri, bantuan menyasar 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, serta 75 kader PKK kurang mampu.
Fasilitas tambahan berupa 1 rehabilitasi kamar ODGJ, 2 tripod, 3 alat bantu dengar, dan 2 kursi roda turut diserahkan.
Seluruh penerima juga mendapatkan paket sembako lengkap mulai dari beras, telur, susu balita, susu ibu hamil, susu kalsium, kacang hijau, minyak goreng hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Dalam sambutannya, Bunda Rai mengaku terharu dapat hadir langsung di tengah masyarakat.
“Pada pagi hari ini, saya bersama-sama memberikan sedikit perhatian dan oleh-oleh untuk bapak ibu sekalian, dan juga anak-anak bunda, sebagai bentuk kepedulian kami, memberikan support dan semangat, agar nanti kalau kita sudah semangat, bisa bersama-sama membangun Tabanan,” ujarnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan sosial, Bunda Rai juga membawa misi perubahan perilaku masyarakat.
Ia menyoroti persoalan sampah di Bali yang semakin mengkhawatirkan dan mengajak masyarakat mulai menanggulangi sampah dari sumber rumah tangga.
“Mari kita tangani sampah mulai dari rumah tangga atau sumbernya. Meskipun sulit, tapi kalau mau dan niat pasti bisa dilakukan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bunda Rai menyerahkan 150 alat pelubang dan penutup biopori kepada masing-masing kecamatan sekaligus memperagakan langsung cara penggunaannya kepada masyarakat.
Selain isu lingkungan, ia juga menghidupkan kembali program Hatinya PKK dengan mengajak ibu-ibu memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan dan obat-obatan keluarga sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai juga mensosialisasikan penguatan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia menegaskan Posyandu kini tidak lagi hanya fokus pada ibu hamil dan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu desa yang dapat menampung persoalan kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, hingga ketertiban masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Posyandu diharapkan menjadi wadah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Apresiasi atas gerakan sosial ini datang dari Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan Ny. Chandra Suyana Putra dan Ketua TP PKK Kecamatan Kediri Ny. Mas Trisnayanti Surya Dharma yang menilai kehadiran Bunda Rai menjadi suntikan semangat sekaligus harapan baru bagi masyarakat.
Rasa haru juga disampaikan Nyoman Ariati, keluarga penerima bantuan bedah kamar ODGJ di Desa Abiantuwung.
“Terima kasih bapak dan ibu bupati, sudah diberikan bantuan bedah rumah, sangat-sangat berterima kasih,” ucapnya penuh haru.
Gerakan Bergerak dan Berbagi ini pun menjadi bukti nyata bahwa aksi sosial TP PKK Kabupaten Tabanan tidak berhenti pada simbolik, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











