DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat sekaligus penyalur aspirasi warga di tingkat desa.
Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan III Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Senin (27/4/2026).
Menurut Putri Koster, peran kader Posyandu saat ini tidak hanya sebatas memberikan pelayanan dasar kepada ibu dan anak, namun juga harus mampu mencatat persoalan yang dihadapi masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintah desa agar segera mendapatkan tindak lanjut.
“Posyandu harus dikelola dengan baik. Kader tidak hanya melayani, tetapi juga mencatat dan menyampaikan kebutuhan masyarakat agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan Posyandu sangat ditentukan oleh pemahaman kader terhadap tugas, tanggung jawab, serta kemampuan membangun komunikasi aktif dengan masyarakat.
Karena itu, program Bina Posyandu disebut menjadi instrumen penting untuk memastikan para kader memiliki pemahaman menyeluruh dalam menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu.
Putri Koster juga mengapresiasi kehadiran peserta dari Kabupaten Gianyar yang mencapai 112 orang dan hadir lengkap bersama jajaran Tim Pembina Posyandu setempat.
Menurutnya, kehadiran penuh tersebut menunjukkan komitmen serius daerah dalam meningkatkan kualitas Posyandu sebagai layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Dalam arahannya, Putri Koster memastikan program Bina Posyandu akan terus diperkuat secara berkelanjutan.
Sepanjang Tahun 2026, kegiatan ini direncanakan berlangsung sebanyak 18 kali, bahkan masih dimungkinkan bertambah melalui perubahan anggaran. Sedangkan pada Tahun 2027 program serupa tetap dimantapkan agar seluruh kader Posyandu di Bali benar-benar siap menjalankan tugas di lapangan.
Selain penguatan kapasitas kader, Putri Koster juga mendorong kebangkitan budaya gotong royong masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia mengungkapkan akan menggulirkan lomba kebersihan tingkat sekolah tahun ini sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Tak hanya itu, melalui pemanfaatan kul-kul Posyandu dan PKK, masyarakat juga diajak meluangkan waktu minimal dua jam setiap bulan untuk bersama-sama membersihkan lingkungan dimulai dari rumah masing-masing.
Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ni Komang Sriani, menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan materi utama akselerasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Selain pendalaman substansi, peserta juga dibekali pembahasan isu strategis, kebijakan terbaru, hingga strategi implementasi program Posyandu 6 SPM ke dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Dengan penguatan tersebut, Posyandu diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh, responsif, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











