BerandaKarangasemSeniasih Giri Prasta: Pernikahan Dini Picu Kekerasan Anak, Karangasem Diminta Perkuat Sosialisasi

Seniasih Giri Prasta: Pernikahan Dini Picu Kekerasan Anak, Karangasem Diminta Perkuat Sosialisasi

KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor serius yang memicu munculnya tindak kekerasan terhadap anak.

Penegasan itu disampaikannya saat turun langsung ke Kabupaten Karangasem dalam kegiatan sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang digelar di Wantilan Sabha Kerti, Kantor Bupati Karangasem, Selasa (28/4/2026).

Menurut Seniasih Giri Prasta, pasangan yang menikah di usia belum matang sangat rentan menghadapi tekanan psikologis dan ekonomi karena kondisi mental masih labil, sementara tanggung jawab rumah tangga datang terlalu cepat.

“Mereka masih labil karena masa remaja tiba-tiba harus berakhir. Teman-teman seangkatan masih kuliah atau lajang, mereka sudah harus mengurus anak dan keluarga. Belum lagi jika kepala keluarga tidak memiliki penghasilan tetap,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, sangat berpotensi memunculkan konflik rumah tangga yang berujung pada tindak kekerasan, termasuk kekerasan terhadap anak.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap hal ini. Fakta di lapangan memang demikian. Karena itu gugus tugas KLA harus lebih mengintensifkan sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini,” tegas istri Wakil Gubernur Bali itu.

Dalam kesempatan tersebut, Seniasih Giri Prasta juga menyinggung posisi Kabupaten Karangasem yang meraih nilai terendah dalam evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak di Provinsi Bali.

Meski demikian, ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem tidak berkecil hati dan tidak semata-mata terjebak mengejar peringkat.

“Jangan minder dan jangan hanya mengejar ranking. Yang penting adalah keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi hak anak dan melindungi mereka dari kekerasan,” ujarnya.

Ia menilai Pemkab Karangasem telah menunjukkan komitmen melalui pengalokasian anggaran yang cukup, namun upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan keluarga, masyarakat, dunia usaha, sekolah, hingga organisasi perempuan menjadi kunci keberhasilan.

“Tidak bisa bergantung pada pemerintah semata. Gugus tugas KLA harus bergerak dengan koordinasi dan gotong royong,” katanya.

Menutup arahannya, Seniasih Giri Prasta memuji kiprah Forum PUSPA Karangasem yang dinilai aktif menggandeng dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga.

Ketua Forum PUSPA Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, menyebut kehadiran Seniasih Giri Prasta menjadi suntikan semangat bagi jajaran PUSPA Karangasem untuk memperkuat sinergi perlindungan anak.

Ia menegaskan penilaian KLA bukan sekadar target administrasi, tetapi tanggung jawab nyata dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, mengingatkan bahwa tujuan utama KLA adalah memastikan konsep perlindungan anak benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di daerah.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan deklarasi Karangasem Menuju Kabupaten Layak Anak.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER