TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Karya Pemelaspasan Agung lan Ngenteg Linggih Ring Padmasana RSUD Singasana, Jumat (1/5). Kehadiran orang nomor satu di Tabanan itu menjadi penegasan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan nilai spiritual.
Turut hadir mendampingi Bupati Sanjaya, Sekda Tabanan, Asisten II, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Direktur Utama RSUD Singasana bersama jajaran staf rumah sakit.
Dalam arahannya, Sanjaya menekankan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan warisan adiluhung leluhur Bali yang sarat makna filosofis dan spiritual. Menurutnya, prosesi ngupasaksi yadnya yang telah dilaksanakan berjalan dengan baik karena dipuput oleh Ida Sang Sulinggih serta memenuhi unsur Tri Upa Saksi, yakni disaksikan secara sekala dan niskala.
“Hari ini kita datang berkumpul bersama melaksanakan ngupasaksi yadnya yang sudah berjalan dengan baik. Dipuput oleh sang sulinggih, disaksikan oleh pemerintah dan masyarakat, artinya karya ini sudah dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan memenuhi unsur Tri Upa Saksi, sehingga berjalan baik secara sekala dan niskala,” ujar Sanjaya.
Ia menegaskan, yadnya bukan semata ritual seremonial, melainkan memiliki esensi mendalam sebagai pedoman menjaga keharmonisan hidup. Karena itu, karya yang dilaksanakan manajemen RSUD Singasana dinilainya telah mencerminkan yadnya yang satwika, utama, dan dilandasi ketulusan.
Lebih jauh, Sanjaya mengingatkan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai yadnya harus terus diperkuat, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat juga harus dijalankan dengan spirit ketulusan, keseimbangan, dan tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan pesan khusus kepada manajemen RSUD Singasana agar lebih mengedepankan pelayanan preventif dalam bidang kesehatan.
Ia menilai, rumah sakit tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran hidup sehat melalui edukasi dan sosialisasi kesehatan sejak dari hulu.
“Kepada manajemen rumah sakit, saya berpesan agar pelayanan preventif lebih dikedepankan. Bagaimana cara agar masyarakat tetap sehat perlu terus disampaikan, sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini, termasuk dalam penanganan kasus seperti stunting,” tegasnya.
Meski demikian, ia menambahkan ketika masyarakat membutuhkan layanan rumah sakit, pelayanan kuratif yang diberikan juga harus maksimal, cepat, profesional, dan sesuai kebutuhan pasien.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Singasana, dr I Wayan Doddy Setiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap pembangunan Padmasana di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, keberadaan Padmasana menjadi simbol komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pelayanan kesehatan secara sekala dengan penguatan spiritual secara niskala.
“Berdirinya Padmasana ini merupakan bentuk support dan komitmen Bapak Bupati. Kami sangat berterima kasih karena beliau selalu memperhatikan keseimbangan pembangunan infrastruktur kesehatan dengan penguatan nilai spiritual,” ungkapnya.
Doddy menjelaskan, pembangunan Padmasana tersebut telah rampung pada akhir tahun 2025 dan diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi pasien, keluarga pasien, maupun seluruh tenaga kesehatan yang bertugas.
Ia berharap, keberadaan fasilitas spiritual tersebut dapat memperkuat sinergi sekala dan niskala sehingga pelayanan rumah sakit semakin optimal dan proses kesembuhan pasien dapat berjalan lebih baik.
Pada kesempatan itu, pembangunan Padmasana RSUD Singasana juga diresmikan langsung oleh Bupati Sanjaya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Momentum tersebut menjadi simbol hadirnya keseimbangan baru di RSUD Singasana, yakni pelayanan kesehatan modern yang berpijak pada nilai spiritual dan budaya Bali.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











