BerandaTabananJatiluwih Festival 2026 Masuk KEN, Dipadukan dengan Fun Run

Jatiluwih Festival 2026 Masuk KEN, Dipadukan dengan Fun Run

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Daya tarik wisata (DTW) Jatiluwih kembali bersiap menggelar ajang budaya dan pariwisata tahunan bertajuk Jatiluwih Festival 2026 yang akan berlangsung pada 20-21 Juni 2026.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival yang digelar di kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO ini memiliki sejumlah keistimewaan, salah satunya karena untuk pertama kalinya masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Selain itu, Jatiluwih Festival tahun ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Road to 100 Years Bali Tourism 2027, yang menjadi momentum penting dalam menyambut satu abad perkembangan pariwisata Bali.

Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengatakan pelaksanaan festival yang biasanya berlangsung pada bulan Juli dimajukan ke bulan Juni. Perubahan jadwal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan penyelenggaraan Jatiluwih Fun Run yang digagas bersama Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali.

“Jatiluwih Festival yang biasanya digelar pada bulan Juli dimajukan menjadi bulan Juni karena adanya ide dari ASITA Bali untuk mengadakan Fun Run di kawasan Jatiluwih. Karena itu, kedua kegiatan disatukan dalam satu momentum,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, masuknya Jatiluwih Festival ke dalam Kalender Karisma Event Nusantara menjadi pencapaian penting bagi pengelola DTW Jatiluwih. Dengan status tersebut, festival memperoleh dukungan promosi nasional dari Kementerian Pariwisata melalui berbagai kanal media sosial dan jaringan promosi resmi pemerintah.

“Jatiluwih Festival 2026 untuk pertama kalinya masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar karena mendapatkan promosi secara luas melalui media sosial dan platform resmi kementerian,” jelasnya.

Kehadiran Jatiluwih Festival dalam KEN diyakini akan meningkatkan eksposur destinasi wisata Jatiluwih di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi kawasan Jatiluwih selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Bali yang menawarkan keindahan sawah terasering dengan sistem irigasi tradisional Subak yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, konsep festival tetap mengangkat budaya agraris dan tradisi masyarakat lokal yang menjadi identitas Jatiluwih. Berbagai aktivitas khas pertanian akan kembali ditampilkan kepada pengunjung, termasuk kegiatan yang berlangsung langsung di area persawahan.

Karena bertepatan dengan musim panen, festival kali ini akan menghadirkan agenda panen raya bersama yang melibatkan sekitar 50 petani lokal. Kegiatan tersebut menjadi salah satu atraksi utama yang diharapkan mampu memberikan pengalaman autentik kepada wisatawan.

“Konsepnya tetap menampilkan budaya dan tradisi masyarakat pertanian. Karena saat ini memasuki musim panen, maka akan ada kegiatan panen massal bersama yang melibatkan sekitar 50 petani,” katanya.

Tidak hanya itu, Jatiluwih Festival juga tetap mempertahankan konsep pemberdayaan masyarakat lokal. Seluruh lapisan masyarakat Jatiluwih, mulai dari anak-anak tingkat taman kanak-kanak hingga kalangan lansia, akan dilibatkan dalam berbagai rangkaian kegiatan seni, budaya, dan pertunjukan tradisional.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama festival ini dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Baca Juga:  Pungutan DTW Jatiluwih: Manager Tegaskan Warga yang Melintas Gratis, Wisatawan Wajib Bayar

Sementara itu, pelaksanaan Jatiluwih Fun Run 2026 diperkirakan akan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pecinta olahraga. Meski sempat menargetkan hingga 5.000 peserta, pihak penyelenggara menilai kapasitas ideal kawasan Jatiluwih berada di angka sekitar 2.000 pelari.

Hal tersebut mempertimbangkan kondisi geografis kawasan serta keterbatasan fasilitas parkir yang tersedia di lokasi.

“Target awal memang 5.000 pelari, tetapi melihat kondisi kawasan Jatiluwih, sekitar 2.000 peserta sudah cukup ideal. Tantangan utama kami adalah kapasitas parkir,” ungkap I Ketut Purna.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, panitia telah menyiapkan dua kantong parkir utama yang berlokasi di Banjar Gunung Sari dan kawasan Pura Petali. Selain itu, sebanyak 20 unit shuttle berupa kendaraan pick up akan disediakan untuk mengantar peserta menuju titik start perlombaan.

Pengelola juga masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pemilik lahan di sekitar kawasan Jatiluwih guna menambah kapasitas area parkir selama kegiatan berlangsung.

Dengan kolaborasi antara festival budaya dan event olahraga, Jatiluwih Festival 2026 diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi wisata unggulan Bali yang mengedepankan konsep budaya, alam, dan keberlanjutan.

Masuknya festival ini ke dalam Kalender Karisma Event Nusantara juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta keindahan alam Tabanan kepada dunia, sekaligus mendukung target peningkatan kunjungan wisatawan menuju perayaan 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027 mendatang.[ka]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER