DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas kader, Posyandu diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi menjadi ujung tombak pelayanan dasar yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7).
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa paradigma Posyandu telah mengalami perubahan mendasar seiring diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Regulasi tersebut memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat hingga tingkat desa dan keluarga.
“Posyandu kini bukan hanya tempat penimbangan bayi dan balita. Perannya berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung peningkatan kualitas hidup warga secara menyeluruh,” ujar Ny. Putri Koster.
Ia menekankan bahwa perubahan fungsi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kompetensi kader Posyandu sebagai pelaksana di lapangan. Kader tidak hanya dituntut memahami pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator dalam berbagai program pembangunan masyarakat.
Peran kader kini semakin luas, mulai dari mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pentingnya gizi keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, hingga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mendukung program-program pemerintah.
Menurut Ny. Putri Koster, pembangunan yang berkualitas selalu dimulai dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik. Karena itu, kader Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Bimtek memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan, meningkatkan keterampilan, serta saling berbagi pengalaman antarkader. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara nyata di daerah masing-masing sehingga Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mampu menjawab berbagai kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi tersebut, Posyandu diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, menjelaskan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas kader dalam mengimplementasikan transformasi Posyandu berbasis enam bidang SPM.
Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan, tata kelola Posyandu, hingga peningkatan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat.
“Dengan bekal tersebut, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra strategis pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Komang Sriani.
Ia juga melaporkan bahwa Bimtek Angkatan IX diikuti 133 kader Posyandu dari Kabupaten Tabanan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan para pendamping kader Posyandu.
Pemerintah Provinsi Bali berharap peningkatan kapasitas kader melalui Bimtek ini mampu mempercepat implementasi transformasi Posyandu di seluruh kabupaten/kota. Dengan kader yang semakin profesional, pelayanan dasar kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, berkualitas, inklusif, dan mampu mendukung terwujudnya desa yang sehat, mandiri, serta sejahtera.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











