BerandaDenpasarGubernur Koster: Literasi Keuangan Jadi Kunci SDM Bali Unggul, Rekening Pelajar Tembus...

Gubernur Koster: Literasi Keuangan Jadi Kunci SDM Bali Unggul, Rekening Pelajar Tembus 104 Ribu

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital. Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti Seleksi Financial Literacy Award 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara virtual dari Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).

Dalam paparannya bertajuk “Modul Ajar Literasi Keuangan sebagai Penopang SDM Bali Unggul”, Gubernur Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menjadikan pendidikan literasi keuangan sebagai bagian penting dari Haluan Pembangunan Masa Depan Bali 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125).

Menurut Koster, pembangunan Bali tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan strategis dalam membangun generasi Bali yang siap menghadapi perkembangan ekonomi digital,” tegas Koster.

Program yang dikembangkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan laporan Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, jumlah rekening Simpanan Pelajar meningkat tajam dari 46.567 rekening pada Desember 2025 menjadi 104.217 rekening pada Mei 2026.

Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan pendidikan literasi keuangan yang mulai mengubah perilaku generasi muda Bali.

Baca Juga:  Dua Petenis Bali Lolos Semifinal Bupati Badung Open 2026

Menurut Gubernur Koster, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pembelajaran, melainkan perubahan perilaku nyata seperti meningkatnya budaya menabung, kemampuan mengelola keuangan, hingga kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal.

Saat ini Modul Ajar Literasi Keuangan telah diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Sebanyak 23.198 siswa kelas X dari 193 SMA dan MA telah mengikuti pembelajaran tersebut.

Materi pembelajaran tidak hanya mengenalkan konsep dasar pengelolaan uang, tetapi juga membahas perbankan, pasar modal, industri jasa keuangan, perlindungan konsumen, hingga pemanfaatan Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan.

“Pendidikan keuangan harus merata. Anak-anak di kota maupun desa harus memperoleh kesempatan yang sama agar memiliki kemampuan menghadapi tantangan ekonomi digital,” ujar Koster.

Program literasi keuangan merupakan implementasi nyata Jana Kerthi, salah satu nilai dalam filosofi Sad Kerthi, yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, pembangunan manusia dilakukan secara terpadu bersama pembangunan ekonomi, kebudayaan, pendidikan, teknologi, dan lingkungan.

Koster menilai kemampuan masyarakat mengelola keuangan akan berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga, produktivitas masyarakat, hingga kesejahteraan Bali secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Bartender Bali Juara Dua Dunia, Arak Bali Dipromosikan ke Global

Gubernur Koster mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru berupa maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan finansial.

Karena itu, pendidikan literasi keuangan menjadi benteng penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang tepat.

Melalui modul tersebut, peserta didik dibekali tiga kompetensi utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam mengelola keuangan.

“Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui apa itu tabungan atau investasi, tetapi juga mampu memilih layanan keuangan yang benar dan menghindari risiko kejahatan finansial,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Bali berencana memperluas implementasi Modul Literasi Keuangan ke jenjang SMP, SMK, SLB, perguruan tinggi, hingga masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Model kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan OJK ini diharapkan dapat menjadi contoh nasional dalam membangun ekosistem pendidikan literasi keuangan yang terintegrasi.

Bagi Gubernur Koster, keberhasilan pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga masyarakat yang mampu mengelola keuangan dengan baik sehingga mendukung terwujudnya SDM Bali Unggul, ekonomi yang tangguh, dan pembangunan Bali yang berkelanjutan di era digital.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER