BerandaTabananDua WNA Iran Ditangkap di Kuta, Diduga Curi Uang di Bajera

Dua WNA Iran Ditangkap di Kuta, Diduga Curi Uang di Bajera

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Jejak dua warga negara asing (WNA) asal Iran yang diduga mencuri uang pedagang sembako di Bajera, Tabanan, akhirnya terendus hingga kawasan Kuta, Badung. Satreskrim Polres Tabanan menangkap MB (47) dan HM (54) di salah satu penginapan pada Minggu (20/9/2026) malam.

Keduanya kini dibawa ke Polres Tabanan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami rangkaian transaksi yang terjadi saat dugaan pencurian di Banjar Dinas Bajera Jero, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Jumat (18/9/2026).

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dugaan pencurian tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan pada Minggu malam, (20/9). Saat ini masih dalam tahap pendalaman dari tim Satreskrim,” kata Bayu Pati saat ditemui Senin (21/9/2026).

Kasus ini bermula dari transaksi yang sekilas terlihat seperti aktivitas penukaran uang biasa. Namun, polisi menduga transaksi tersebut justru menjadi celah untuk mengambil uang milik pedagang.

Dari hasil pendalaman sementara, dua WNA tersebut diduga menggunakan modus menukar dolar dengan rupiah dalam jumlah tertentu. Dalam proses transaksi, uang diduga diberikan secara berlebih sehingga membuat pedagang kebingungan menghitung dan mengembalikan uang.

Polisi menduga keduanya tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada pembagian peran dalam menjalankan aksi tersebut.

“Satu melakukan percakapan dan satu lagi mengalihkan perhatian pedagang,” ujar Bayu.

Dengan pola tersebut, penyidik kini mencocokkan keterangan korban dan saksi dengan bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kerugian korban dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp800 ribu.

Polisi juga mendapatkan informasi adanya dugaan upaya menutup kamera pengawas atau CCTV ketika kejadian berlangsung. Namun, Bayu menegaskan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman untuk mengetahui tujuan sebenarnya.

Yang juga menjadi perhatian, polisi sementara tidak menemukan indikasi penggunaan hipnotis dalam aksi tersebut.

“Untuk sementara pendalaman tidak ada unsur modus menggunakan hipnotis,” ujar Bayu.

Setelah informasi terkait identitas dan keberadaan keduanya dikembangkan, tim Satreskrim Polres Tabanan bergerak hingga Kuta, Badung.

MB dan HM akhirnya diamankan di sebuah penginapan pada Minggu malam. Keduanya kemudian dibawa ke Polres Tabanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, perkara ini belum berhenti pada dugaan pencurian di Bajera. Penyidik kini membuka kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan di lokasi lain.

Polisi tengah mengecek apakah selama berada di Bali, keduanya pernah terlibat dalam kasus dengan pola transaksi yang sama. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah dugaan pencurian di Bajera merupakan kejadian tunggal atau terdapat korban lain.

“Tim Reskrim masih mendalami apakah selama beroperasi sampai dua atau tiga hari lalu ada laporan yang sama. Termasuk apakah mereka ini bagian dari sindikat,” tegas Bayu.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Dorong Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

Dari informasi kedua WNA tersebut diduga datang dari Jawa Timur dan masuk ke Bali melalui jalur darat dari Banyuwangi. Informasi itu masih dicocokkan dengan riwayat perjalanan keduanya serta laporan kejadian di daerah lain.

Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Termasuk memastikan bagaimana proses perpindahan uang berlangsung saat transaksi, siapa yang mengambil uang, serta bagaimana kedua WNA tersebut meninggalkan lokasi.

Status perkara saat ini masih dalam tahap pendalaman. Polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian aksi sebelum pemeriksaan saksi, barang bukti dan informasi pendukung lainnya selesai dilakukan.

Penangkapan di Kuta menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan dugaan pencurian uang pedagang di Bajera. Dari satu laporan masyarakat, polisi kemudian menelusuri keberadaan terduga pelaku hingga akhirnya mengamankan keduanya di wilayah Badung.

Kini, penyidik masih bekerja untuk menjawab pertanyaan yang lebih besar: apakah hanya satu pedagang yang menjadi korban, atau ada transaksi serupa yang terjadi di tempat lain?

Polres Tabanan menyatakan pendalaman masih berjalan, termasuk kemungkinan adanya korban lain dan dugaan keterlibatan keduanya dalam jaringan atau aksi serupa di wilayah lain.[ka]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER