TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Tampak wajah murung dan kecewa terlihat jelas diantara warga yang sedang berada di kantor LPD Ambengan yang berlokasi di Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Ternyata dana yang mereka simpan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tersebut tidak bisa menarik, lantaran tabungan, deposito pun demikian, harapan untuk bisa mengambil uang dari hasil jerih payah mereka untuk kebutuhan biaya hidup dan keperluan lain, tidak bisa di penuhi oleh pihak LPD.
Padahal nasabah sangat membutuhkan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian merosot. Ada juga yang membutuhkan dana untuk keperluan pendidikan.
Namun nasabah tidak bisa menarik tabungan dan membuat nasabah kecewa. Kekecewaan tersebut pun terpantau Rabu (8/9/20210 siang saat belasan warga Banjar Cau Belayu, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Ambengan tak bisa menarik uang tabungan sejak tiga tahun terakhir.
Pasalnya, uang kas LPD diduga tidak ada, tak cuman satu atau dua orang yang harus gigit jari. Hampir semua nasabah tidak bisa melakukan penarikan dana mereka.
Hal ini yang membuat para nasabah merasa was dengan dana yang dia simpan karena harapanya segera mendapatkan kejalasan dari pengurus LPD. Namun harapan itu sirna dengan alasan tidak bisa menarik angsuran kredit ditengah pandemi saat ini.
Berharap ada solusi agar bisa melakukan penarikan dana mereka. Namun keterangan dari para nasabah yang sempat meminta kepastian ke pihak LPD dengan cara menghadap langsung. Mereka di suruh menunggu dulu dan belum ada kepastian hingga saat ini.
Beberapa warga yang berhasil ditemui mengaku kesal dan kecewa dengan kinerja lembaga tersebut, uang yang dia tabung dari hasil pembuatan dan penjualan jajan Bali ini kesal, lantaran tabungan sebesar Rp 150 juta hasil berjualan bertahun-tahun tidak ada kejelasan. “Tiang sudah beberapa kali bulak balik untuk mendapatkan kejalasan. Hasil jual jajanan tidak bisa ditarik dengan jawaban yang sama tidak ada uang,” ujar wanita paruh baya yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Ia menuturkan bahwa kedatangannya ke LPD Ambengan adalah untuk menarik tabunganya. Hanya saja karena tidak ada kas maka dirinya tidak bisa menarik tabungan tersebut. Nasabah tersebut memiliki tabungan Rp 150 Juta.
Dan karena tidak ada uang, maka dirinya diminta untuk menunggu lagi. Padahal ia sangat membutuhkan uang tabungannya untuk keperluan modal pembuatan jajan dan kebutuhan sehari-hari.
Hal senada juga disampaikan seorang ibu lainya uang sebesar Rp 70 juta dan kini masih tersisa Rp 35 juta belum ditarik. Beruntung sebelumnya dia sempat menarik sebesar Rp 35 juta,”ucapnya.
Awak media yang coba mengkonfirmasi ke pihak LPD melalui Ketuanya, Ida Ayu Kartini atas kondisi yang terjadi di LPD Ambengan, dengan para nasabah yang menuntut hak mereka, tak banyak memberi komentar.
Dia justru mengarahkan agar menanyakan kepada polisi. “ Biar tidak salah tanyakan langsung kepihak kepolisian, biar saya tidak salah,”jawabnya singkat.
Sementara itu Rabu (8/9/2021) LPD Ambengan terpantau tetap melayani nasabah alias buka. Namun mereka tidak melayani penarikan uang karena tidak ada kas. Pengumuman pun tertempel di pintu depan kantor LPD. Untuk nasabah yang ingin menarik tabungan dan deposito sementara belum dilayani. [mp]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











