BerandaTabananGen Z Masuk Gerindra, Mesin Politik Tabanan Dipanaskan Jelang 2029

Gen Z Masuk Gerindra, Mesin Politik Tabanan Dipanaskan Jelang 2029

Tak Tunggu Pemilu, Gerindra Tabanan Siapkan Kader Gen Z Sejak Dini

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Peta politik Tabanan mulai bergeser. Partai Gerindra tak lagi bermain aman menunggu momentum lima tahunan. Mesin politik dipanaskan lebih awal, langsung menyasar basis paling menentukan masa depan generasi Z.

Lewat Pendidikan Politik DPC Gerindra Kabupaten Tabanan di Desa Nyidah, Kecamatan Kediri, Minggu (21/12/2025), Gerindra mengirim sinyal tegas bahwa konsolidasi menuju Pemilu 2029 telah dimulai dari sekarang.

Ratusan kader Partai Gerindra dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan memadati lokasi kegiatan. Yang mencolok, barisan peserta tidak lagi didominasi wajah lama dan struktur senior partai. Generasi Z hadir massif, berdampingan dengan kader milenial dan pengurus struktural. Kelompok yang selama ini kerap dicap apolitis justru tampil sebagai wajah baru Gerindra di tingkat daerah.

Pendidikan politik ini mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Loyalitas Kader dalam Menyukseskan Program Pemerintah Prabowo–Gibran.” Tema tersebut menegaskan bahwa Gerindra tidak hanya berbicara soal elektoral, tetapi juga kesiapan ideologi kader dalam mengawal pemerintahan nasional dan agenda pembangunan jangka panjang.

Hadir langsung Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, bersama jajaran pengurus DPC Gerindra Kabupaten Tabanan serta para Ketua PAC se-Kabupaten Tabanan. Kehadiran pimpinan partai tingkat provinsi mempertegas bahwa kegiatan ini bukan seremoni belaka, melainkan bagian dari desain strategi politik jangka panjang Gerindra di Bali, khususnya Tabanan.

Dalam sambutannya, De Gadjah menegaskan bahwa pendidikan politik adalah fondasi utama membentuk kader yang tangguh, berintegritas, dan tidak mudah terseret kepentingan sesaat. Menurutnya, politik harus dipahami secara sehat agar kader hadir sebagai pelayan rakyat, bukan sekadar pemburu jabatan.

Baca Juga:  APBD Tabanan 2027 Dirancang Rp2,15 Triliun, Ini Rinciannya

“Pemahaman politik yang sehat itu kunci. Belajar politik perlu mentor yang benar. Saya menemukan mentor luar biasa, Bapak Prabowo Subianto. Contohlah pemimpin yang tulus, konsisten, dan benar-benar mengabdikan diri untuk nusa dan bangsa,” tegas De Gadjah disambut aplaus peserta.

Ia juga menekankan bahwa loyalitas adalah napas Partai Gerindra. Loyalitas tersebut, lanjutnya, memiliki tiga dimensi yang tidak bisa dipisahkan. Pertama, loyal kepada masyarakat, terutama bagi kader yang mendapat amanah sebagai eksekutif maupun legislatif. Kedua, loyal kepada partai sesuai AD/ART. Ketiga, loyal kepada pimpinan sebagai satu kesatuan sistem kepartaian.

“Kalau sudah loyal kepada rakyat, otomatis loyal kepada partai. Kalau sudah loyal kepada rakyat dan partai, maka loyal kepada pimpinan akan mengikuti,” ujarnya.

Sorotan utama diarahkan pada keterlibatan generasi Z. De Gadjah menyebut Gen Z sebagai ujung tombak politik masa depan, terutama menjelang Pemilu 2029. Secara demografis, kelompok ini akan menjadi pemilih dominan sekaligus mulai memasuki usia produktif untuk tampil sebagai calon pemimpin, baik di level lokal maupun nasional.

“Di Tabanan, keterlibatan Gen Z sangat massif. Selain ketua partainya dari kalangan milenial, Gen Z membawa warna baru dalam kehidupan politik. Cara berpikirnya berbeda, energinya besar, dan ini harus diarahkan dengan benar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pendidikan politik bagi Gen Z harus dilakukan tanpa intimidasi dan tanpa paksaan. Gerindra, kata De Gadjah, ingin anak muda masuk politik dengan kesadaran, kenyamanan, dan semangat sukarela.

Baca Juga:  KPK Monitor Tabanan, SPI hingga Indeks Merit Jadi Sorotan

“Politik hari ini harus dinikmati, bukan ditakuti. Gen Z dan milenial harus merasa nyaman, enjoy, dan bebas berpikir. Tidak boleh ada tekanan,” tegasnya.

Masuknya Gen Z ke ruang pendidikan politik Gerindra menandai perubahan pendekatan partai. Politik tidak lagi diposisikan sebagai ruang eksklusif generasi lama, tetapi sebagai ruang belajar, berproses, dan bertumbuh bagi anak muda. Pendidikan politik menjadi pintu masuk menanamkan ideologi, nilai loyalitas, dan disiplin organisasi sejak dini.

Langkah Gerindra Tabanan ini dinilai sebagai investasi politik jangka panjang. Di saat sebagian partai masih bertumpu pada basis pemilih tradisional, Gerindra mulai membangun regenerasi dari bawah. Jika konsisten, strategi ini berpotensi melahirkan kader muda yang matang secara ideologis, kuat secara struktural, dan dekat dengan pemilih sebaya.

Soal target Pemilu 2029, De Gadjah menyebut waktu memang masih panjang. Namun satu hal ditegaskan Gerindra akan terus bergerak dan maju tanpa ragu.

“2029 memang masih jauh. Tapi yang pasti, Gerindra akan maju. Jangan khawatir,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, pesan Gerindra Tabanan kian jelas kontestasi politik mungkin belum dimulai, tetapi fondasinya sudah dipancang kuat dari sekarang dan generasi Z berada di barisan depan.[ka]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER