BerandaBulelengGroundbreaking Penataan Titik 0 Singaraja Dimulai, Anggaran Rp24 Miliar dari BKK Badung

Groundbreaking Penataan Titik 0 Singaraja Dimulai, Anggaran Rp24 Miliar dari BKK Badung

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Penataan ulang kawasan Titik 0 Kota Singaraja resmi dimulai pada Jumat (20/2) dengan pelaksanaan groundbreaking di kawasan Tugu Singa Ambara Raja. Kegiatan diawali dengan upacara yang dipuput oleh sulinggih sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik penataan kawasan bersejarah tersebut. Momentum ini bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna.

Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa penataan Titik 0 Singaraja mencakup area Tugu Singa Ambara Raja, lingkungan Kantor Bupati, Rumah Jabatan Bupati, hingga kawasan sekitarnya. Ia berharap pekerjaan ini berjalan lancar sesuai perencanaan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan ground breaking, peletakan batu pertama penataan Tugu Singa atau penataan Titik Nol Kota Singaraja. Mudah-mudahan ke depan pekerjaan penataan titik nol ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama dan sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Menurutnya, penataan ini bertujuan menegaskan kembali pusat awal berdirinya Kota Singaraja. Selama ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara pasti lokasi titik nol kota. Pemerintah ingin menghadirkan kembali penanda sejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas Singaraja.

“Inilah cikal bakal titik nol-nya Kota Singaraja. Banyak yang belum paham di mana sebenarnya pusat Kota Singaraja, dan di sinilah titik awalnya Kota Singaraja,” tegasnya.

Dari sisi pendanaan, proyek ini didukung anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung dengan nilai sekitar Rp25 miliar, yang terealisasi sekitar Rp24 miliar lebih. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 4,5 bulan atau hingga Juli mendatang sesuai kontrak.

Penataan kawasan ini juga diarahkan untuk mengembalikan nuansa heritage, khususnya di lingkungan Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati. Sejumlah elemen fisik akan dikembalikan seperti kondisi terdahulu, termasuk membuka halaman dan menata ulang ruang terbuka hijau agar lebih ramah anak. Kawasan ini direncanakan menjadi bagian dari city tour Singaraja yang terhubung dengan puri dan situs bersejarah lainnya.

“Kawasan ini nanti akan menjadi kawasan heritage. Kantor bupati dan rumah jabatan kita kembalikan seperti sedia kala, halaman dibuka untuk ruang terbuka hijau ramah anak, sekaligus mendukung city tour Singaraja,” ungkapnya.

Selama proses pengerjaan, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas, khususnya bagi kendaraan besar dan bus. Bupati Sutjidra menyadari potensi ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat, namun ia berharap dukungan dan pengertian demi kelancaran penataan kawasan bersejarah tersebut.

“Untuk ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pengerjaan, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Buleleng dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan,” pungkasnya.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER