BerandaTabananLapas Tabanan Hadirkan Layanan Pulih Jiwa, Warga Binaan Curhat hingga Dipulihkan Mentalnya

Lapas Tabanan Hadirkan Layanan Pulih Jiwa, Warga Binaan Curhat hingga Dipulihkan Mentalnya

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan, tidak hanya dari sisi perilaku dan keterampilan, tetapi juga kesehatan mental.

Salah satunya melalui layanan Pulih Jiwa Terpadu (PJT) yang digelar pada Kamis (7/5/2026) sebagai ruang konseling dan pendampingan psikologis bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Program tersebut menjadi bentuk perhatian Lapas Tabanan terhadap kondisi psikologis warga binaan yang kerap mengalami tekanan mental akibat perubahan lingkungan, keterbatasan aktivitas, hingga kerinduan terhadap keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Tabanan itu bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sebanyak 23 warga binaan mengikuti sesi open sharing bersama dokter spesialis kesehatan jiwa dan para residen yang memberikan pendampingan secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut hadir dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Made Leni, bersama tiga residen yakni dr. Komang Ana, dr. Ida Bagus Candra, dan dr. Agustina Marielsa. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan keluh kesah, tekanan emosional, kecemasan, hingga persoalan pribadi yang mereka alami selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, mengatakan layanan Pulih Jiwa Terpadu merupakan bagian dari program pembinaan kesehatan mental yang secara rutin diberikan kepada warga binaan. Menurutnya, kondisi psikologis menjadi faktor penting yang perlu dijaga agar warga binaan mampu menjalani masa pidana dengan lebih baik.

Baca Juga:  VW Tour Tanah Lot–Jatiluwih, Cara Baru Menjelajahi Wisata Tabanan

“Perubahan lingkungan dan kondisi selama menjalani pidana sering kali mempengaruhi kestabilan mental seseorang. Karena itu kami menghadirkan layanan ini sebagai ruang pendampingan agar warga binaan tetap memiliki kondisi psikologis yang sehat dan terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tekanan mental yang dialami warga binaan dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari rasa bersalah, stres akibat jauh dari keluarga, hingga ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan emosional maupun perilaku negatif di dalam lapas.

Karena itu, melalui layanan PJT, warga binaan diharapkan memiliki tempat untuk menyampaikan perasaan dan mendapatkan pendampingan secara profesional.

Sementara itu, dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Made Leni, menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.

“Kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam kehidupan, terlebih bagi warga binaan yang sedang menghadapi perubahan besar dalam hidup. Saat kondisi mental terjaga, mereka akan lebih mampu mengendalikan emosi dan berpikir lebih positif,” jelasnya.

Menurutnya, pendampingan psikologis tidak hanya membantu mengurangi tekanan mental, tetapi juga dapat membangun harapan serta motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.

Baca Juga:  Longsor Terjang Tiga Rumah di Kediri Tabanan, BPBD dan Tim Gabungan Lakukan Penanganan

Dalam sesi konseling tersebut, para warga binaan terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka diberi kesempatan berbicara secara terbuka mengenai kondisi yang dirasakan, termasuk rasa cemas, tekanan batin, hingga kerinduan terhadap keluarga di rumah.

Salah satu warga binaan, Nyoman, mengaku merasa lebih lega setelah mengikuti sesi konseling dan berbagi cerita mengenai kondisi yang dialaminya selama berada di dalam lapas.

“Awalnya saya merasa tertekan dan sulit menerima keadaan karena baru menjalani masa pidana jauh dari keluarga. Setelah mengikuti layanan ini saya merasa lebih tenang karena bisa menyampaikan apa yang saya rasakan,” ungkapnya.

Lapas Tabanan menilai pembinaan yang baik tidak hanya fokus pada perubahan perilaku, tetapi juga memastikan warga binaan tetap memiliki kondisi mental yang sehat selama menjalani pembinaan.

Melalui layanan Pulih Jiwa Terpadu ini, Lapas Tabanan berharap warga binaan dapat lebih kuat menghadapi tekanan selama menjalani masa pidana, mampu mengelola emosi dengan baik, serta memiliki semangat untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan di masa depan.

Bagi Lapas Tabanan, menjaga kesehatan mental warga binaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Sebab ketika kondisi psikologis tetap terjaga, harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik akan selalu terbuka.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER