BerandaTabanan900 Warga Tabanan Tinggalkan Sumur Bor, Beralih ke Air PDAM

900 Warga Tabanan Tinggalkan Sumur Bor, Beralih ke Air PDAM

"Tren Baru di Tabanan: Warga Tinggalkan Sumur Bor, Pilih Air Perpipaan"

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Ketergantungan masyarakat terhadap sumur bor sebagai sumber air bersih mulai berkurang di Kabupaten Tabanan. Memasuki musim kemarau tahun 2026, semakin banyak warga memilih beralih menggunakan layanan air minum perpipaan dari Perumda Tirta Amerta Buana.

Selain dinilai lebih praktis dan higienis, pasokan air perpipaan juga dianggap lebih stabil dibandingkan sumur bor yang rentan mengalami penurunan debit maupun kualitas air saat musim kering berlangsung. Tren ini terlihat dari melonjaknya jumlah pelanggan baru yang mendaftar dalam program pemasangan sambungan rumah yang digelar Perumda Tirta Amerta Buana dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat mengikuti Program Gebyar Pemasangan Sambungan Rumah Air Minum dan Sambung Kembali yang diluncurkan Perumda Tirta Amerta Buana sejak 3 Mei 2026 dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, sebanyak 900 warga tercatat mendaftarkan diri sebagai pelanggan baru layanan air minum perpipaan. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang berkualitas, aman, dan tersedia secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Dari total jumlah pendaftar tersebut, sekitar 50 persen diketahui merupakan pengguna sumur bor yang memutuskan beralih ke layanan PDAM. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap sumber air bersih, terutama di wilayah yang mulai merasakan dampak penurunan kualitas dan debit air tanah.

Kasubag Humas Perumda Tirta Amerta Buana, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan kecenderungan masyarakat meninggalkan sumur bor terungkap dari hasil survei dan verifikasi yang dilakukan petugas kepada calon pelanggan.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Kukuhkan Pengurus OSIS, 38.783 Pelajar Ikuti Pemilihan

Menurutnya, banyak warga mengeluhkan kualitas air sumur yang tidak lagi sebaik sebelumnya. Selain itu, saat musim kemarau tiba, debit air sumur juga mulai berkurang sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga secara optimal.

“Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah perkotaan Tabanan dan Kecamatan Kerambitan. Masyarakat mulai mencari alternatif sumber air yang lebih stabil dan dapat diandalkan sepanjang tahun,” ujarnya, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, beralihnya masyarakat ke layanan air perpipaan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kualitas air, tetapi juga karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya air bersih yang aman untuk kesehatan keluarga.

Air yang disalurkan melalui jaringan Perumda Tirta Amerta Buana telah melewati proses pengolahan dan pengujian kualitas secara berkala sehingga memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat mulai menjadikan layanan air perpipaan sebagai pilihan utama.

Selain faktor kualitas, program pemasangan sambungan rumah dengan biaya yang lebih ringan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Melalui program tersebut, warga memperoleh kemudahan untuk mendapatkan akses layanan air bersih tanpa harus mengeluarkan biaya pemasangan yang besar.

Hingga awal Juni 2026, sekitar 400 sambungan pelanggan baru telah berhasil dipasang dan mulai menikmati layanan air bersih dari Perumda Tirta Amerta Buana. Sementara ratusan pendaftar lainnya masih dalam proses survei lapangan dan pemasangan jaringan.

Di tengah meningkatnya jumlah pelanggan baru, Perumda Tirta Amerta Buana memastikan ketersediaan air baku masih berada dalam kondisi aman. Memasuki musim kemarau, debit sejumlah sumber mata air yang menjadi andalan perusahaan masih relatif stabil sehingga belum ditemukan gangguan pelayanan akibat kekeringan.

Baca Juga:  Koster Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Ruang Digital

Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena kebutuhan air bersih tetap dapat terpenuhi secara optimal. Perusahaan juga terus melakukan pemantauan terhadap seluruh sumber air untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan debit selama musim kemarau berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pelayanan, Perumda Tirta Amerta Buana menyiagakan tim teknis selama 24 jam, terutama saat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Tim tersebut bertugas menangani berbagai potensi gangguan distribusi, kebocoran pipa, maupun keluhan pelanggan yang membutuhkan penanganan cepat.

Selain itu, perusahaan secara rutin melaksanakan audit kebocoran jaringan untuk meminimalkan kehilangan air dan meningkatkan efisiensi distribusi. Perawatan pompa, instalasi pengolahan air, hingga pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan juga terus dilakukan secara berkala.

Meningkatnya jumlah pelanggan baru menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan Perumda Tirta Amerta Buana terus tumbuh. Di sisi lain, berkurangnya penggunaan sumur bor juga dinilai positif dalam mendukung pelestarian cadangan air tanah yang semakin terbatas akibat tingginya eksploitasi.

Ke depan, Perumda Tirta Amerta Buana berkomitmen memperluas cakupan pelayanan serta meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang terus diperkuat dan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya air bersih, layanan air perpipaan diproyeksikan akan menjadi pilihan utama warga Tabanan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari secara aman, sehat, dan berkelanjutan.[ka]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER