BerandaDenpasar180 Kader Posyandu Denpasar Dapat Bantuan, Putri Koster Tekankan Enam SPM

180 Kader Posyandu Denpasar Dapat Bantuan, Putri Koster Tekankan Enam SPM

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Sebanyak 180 kader Posyandu di Kota Denpasar mendapat bantuan dalam kegiatan Aksi Sosial Membina dan Berbagi yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar kader di Kelurahan Dangin Puri dan Kelurahan Renon.

Tidak hanya membagikan bantuan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan transformasi Posyandu. Para kader didorong memahami peran baru Posyandu yang kini tidak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir memberikan pembinaan sekaligus apresiasi kepada para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

Putri Suastini Koster menekankan posisi strategis kader karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut membuat kader memiliki peluang lebih besar untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, persoalan, hingga aspirasi warga di wilayah masing-masing.

Karena itu, kader tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan Posyandu. Mereka juga diharapkan aktif melakukan pendataan dan mencatat berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah kelurahan maupun pihak terkait.

Dengan pola tersebut, kader dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Berbagai kebutuhan warga diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga pelayanan dasar bisa diberikan secara lebih dekat, cepat, dan tepat.

Transformasi Posyandu melalui enam SPM mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan kelurahan.

Seluruh kelompok Posyandu tersebut terus didorong untuk menjalankan pelayanan dengan mengacu pada enam SPM. Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) pengarah.

Sosialisasi dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar kader memahami perluasan fungsi Posyandu sekaligus mampu menjalankan peran tersebut di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan di Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, bantuan diberikan kepada 105 kader yang berasal dari tujuh kelompok Posyandu.

Setiap kader menerima 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, serta dua kotak susu. Jika ditotal, bantuan yang disalurkan di Dangin Puri mencapai 3.150 kilogram beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, dan 210 kotak susu.

Sementara di Kelurahan Renon, bantuan menyasar 75 kader dari lima lingkungan atau lima Posyandu. Masing-masing kader menerima paket bantuan yang sama, yakni 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Total bantuan di Renon mencapai 2.250 kilogram beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu.

Dengan demikian, dua lokasi tersebut mendapatkan total 5.400 kilogram beras, 360 krat atau 10.800 butir telur, serta 360 kotak susu untuk 180 kader Posyandu.

Putri Suastini Koster menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan semata-mata dilihat dari jumlah maupun bentuk barang yang diberikan. Bantuan menjadi simbol perhatian dan apresiasi atas waktu, tenaga, serta pikiran yang telah dicurahkan para kader untuk melayani masyarakat.

Baca Juga:  Arak Bali Laku US$400 dalam Lelang Amal di Las Vegas

Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, mengatakan transformasi enam SPM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pembangunan lingkungan tidak cukup hanya berfokus pada kesehatan.

“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama, tidak hanya oleh perseorangan,” tegasnya.

Karena itu, keberadaan kader menjadi semakin penting dalam mengidentifikasi persoalan di tingkat lingkungan. Kader diharapkan mampu memberikan edukasi, mendeteksi kebutuhan masyarakat, serta membantu menghubungkan warga dengan layanan pemerintah.

Aksi Sosial Membina dan Berbagi menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, OPD, dan kader. Transformasi Posyandu diharapkan tidak berhenti pada perubahan administrasi maupun penambahan jenis pelayanan, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat dan responsif.

Dengan 459 kelompok Posyandu dan 180 kader yang mendapat apresiasi, penguatan kapasitas menjadi kunci agar Posyandu mampu bergerak lebih luas. Kader bukan sekadar pelaksana kegiatan, tetapi menjadi mata dan telinga pemerintah dalam membaca kebutuhan masyarakat sejak dari tingkat lingkungan.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER