BerandaTabananLapas Tabanan Perkuat Integritas Petugas, Basuki: Jangan Kejar Pencitraan

Lapas Tabanan Perkuat Integritas Petugas, Basuki: Jangan Kejar Pencitraan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, Basuki Raharjo, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai petugas Pemasyarakatan. Pesan tersebut disampaikan saat coffee morning bersama jajaran pegawai di Aula Candra Prabhawa, Senin (7/9/2026).

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin antara pimpinan dan pegawai. Coffee morning dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi untuk memperkuat komitmen jajaran Lapas Tabanan dalam menjalankan tugas sesuai aturan, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan secara bertanggung jawab.

Basuki meminta seluruh petugas tidak hanya mengejar capaian yang terlihat dari luar, tetapi memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Dalam arahannya, Basuki Raharjo mengingatkan bahwa profesi sebagai petugas Pemasyarakatan membawa tanggung jawab besar. Setiap tindakan petugas berkaitan dengan kepercayaan terhadap institusi dan pelayanan Pemasyarakatan.

“Sebagai petugas Pemasyarakatan, kita harus menjunjung tinggi integritas dan bekerja sesuai SOP yang berlaku. Jangan berorientasi pada pencitraan atau mencari pengakuan, tetapi fokuslah memberikan pengabdian terbaik melalui pelaksanaan tugas yang profesional, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi organisasi,” tegas Basuki.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa integritas tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk slogan. Nilai tersebut harus terlihat dalam perilaku dan cara setiap pegawai melaksanakan tugas sehari-hari.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan SOP merupakan bagian penting untuk menjaga profesionalisme. Setiap petugas dituntut mampu memahami tugas dan fungsi masing-masing sekaligus bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang telah diberikan.

Kegiatan coffee morning diikuti jajaran staf administrasi Lapas Tabanan. Selain menjadi sarana mempererat komunikasi, pertemuan tersebut juga digunakan untuk menyampaikan arah pelaksanaan tugas kepada seluruh jajaran.

Komunikasi langsung antara pimpinan dan pegawai dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai tanggung jawab dan target organisasi. Melalui suasana yang lebih terbuka, berbagai pesan terkait kedisiplinan, loyalitas, etika, dan tanggung jawab dapat disampaikan secara langsung.

Budaya kerja seperti ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih solid. Setiap pegawai tidak hanya memahami apa yang harus dikerjakan, tetapi juga mengerti nilai yang harus dijaga dalam menjalankan tugas.

Basuki juga mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih Lapas Tabanan. Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir dari kerja satu atau dua orang, melainkan merupakan hasil kerja seluruh jajaran yang dilakukan secara konsisten.

Karena itu, ia mengajak pegawai mempertahankan budaya kerja positif yang selama ini telah dibangun. Disiplin, loyalitas, integritas, dan komitmen terhadap tugas harus menjadi bagian dari keseharian seluruh petugas.

Pimpinan juga mendorong agar setiap pegawai tidak cepat berpuas diri atas capaian yang sudah diperoleh. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar kualitas pelaksanaan tugas semakin baik.

Penguatan integritas menjadi penting bagi Lapas Tabanan karena petugas Pemasyarakatan berada pada posisi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pelayanan.

Baca Juga:  Bawaslu Tabanan Temui Sekda, Bahas Penguatan Pengawasan Pemilu

Profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap aturan, sikap bertanggung jawab, serta kemampuan menjaga etika dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui coffee morning tersebut, Lapas Tabanan berharap pesan mengenai integritas dan profesionalisme tidak berhenti sebagai arahan pimpinan. Nilai tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata oleh seluruh jajaran.

Dengan bekerja sesuai SOP, menjaga disiplin, dan mengutamakan pengabdian daripada pencitraan, jajaran Lapas Tabanan diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat. Sebab, kualitas Pemasyarakatan tidak hanya diukur dari capaian institusi, tetapi juga dari integritas setiap petugas yang menjalankan tugas di lapangan.

Penguatan budaya kerja juga menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas jajaran Lapas Tabanan. Setiap petugas juga diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjalankan kedisiplinan, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan tanggung jawab tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Sikap profesional harus dibangun dari kebiasaan sederhana, mulai dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur hingga keberanian mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dengan pola kerja tersebut, koordinasi antarpegawai dapat semakin kuat dan potensi pelanggaran dapat diminimalkan.

Lingkungan kerja yang berintegritas pada akhirnya akan mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang lebih tertib, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER