TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menggencarkan program unggulan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi yang dirangkaikan dengan aksi bedah kamar, Rabu (6/5). Kegiatan roadshow tersebut menyasar dua kecamatan sekaligus, yakni Kerambitan dan Penebel.
Tak sekadar menyerahkan bantuan simbolis, Bunda Rai turun langsung menyentuh persoalan riil warga. Agenda diawali dengan meninjau sekaligus melakukan bedah kamar ODGJ milik Nyoman Sukarya di Banjar Lebah, Desa Tista, Kerambitan.
Usai dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan aksi sosial di Wantilan Desa Tista dengan menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat rentan serta menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui program lubang biopori.
Dalam kesempatan itu, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan juga menyerahkan 150 alat pelubang biopori kepada masing-masing kecamatan sebagai bentuk dukungan nyata pengolahan sampah organik dari sumbernya.
Tidak berhenti di sana, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penerapan program Aku Hatinya PKK di rumah warga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Kerambitan, rombongan bergerak menuju Kantor Desa Buruan, Kecamatan Penebel, untuk melanjutkan agenda serupa berupa penyaluran bantuan sosial, edukasi pengelolaan sampah, serta sosialisasi ketahanan pangan rumah tangga.
Turut mendampingi Bunda Rai dalam kegiatan tersebut, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, jajaran pengurus TP PKK, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Sosial P3A, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Camat Kerambitan, Camat Penebel, para perbekel, pengurus YKI, K3S, Bunda PAUD, hingga kader PKK desa.
Di Kecamatan Kerambitan, bantuan diberikan kepada 75 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), lansia, penyandang disabilitas, balita gizi kurang, serta kader PKK kurang mampu. Selain itu, bantuan juga menyasar enam penderita kanker dan 100 anak PAUD penerima makanan tambahan.
Bantuan tambahan lainnya berupa rehab kamar ODGJ, alat bantu dengar, kursi roda, hingga tripod.
Sementara di Kecamatan Penebel, sebanyak 90 warga rentan menerima bantuan serupa, ditambah bantuan untuk enam penderita kanker dan 100 anak PAUD. Sejumlah alat bantu seperti walker, tripod, kursi roda, dan alat bantu dengar juga disalurkan.
Setiap penerima manfaat memperoleh paket bantuan berupa beras, susu kalsium, susu ibu hamil, susu balita, kacang hijau, telur, hingga minyak goreng.
Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan bahwa kehadirannya bersama seluruh jajaran bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian langsung pemerintah kepada masyarakat kecil.
“Jangan dilihat besar kecil bantuannya, tetapi ini bentuk kepedulian kami agar bapak ibu tetap bersemangat dan bahagia. Ini jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menaruh perhatian serius terhadap isu lingkungan, khususnya persoalan sampah rumah tangga yang saat ini menjadi tantangan bersama.
Melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas), Bunda Rai mengajak masyarakat mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga.
“Ini terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan bersama-sama akan sangat besar dampaknya. Kalau masyarakat dan pemerintah tidak bersinergi, persoalan sampah bisa menjadi bencana,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan alat biopori yang diberikan diharapkan menjadi pemicu masyarakat untuk mulai mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik, sedangkan sampah daur ulang bisa disalurkan ke bank sampah desa.
Selain isu lingkungan, Bunda Rai juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali program Aku Hatinya PKK untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Ia mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
Tak hanya itu, selaku Tim Pembina Posyandu Kabupaten, Bunda Rai turut mensosialisasikan transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang kini tidak hanya fokus pada kesehatan tetapi juga menyentuh bidang sosial, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum hingga perlindungan masyarakat.
Dengan transformasi tersebut, Posyandu diharapkan menjadi pusat layanan sosial terdekat yang memudahkan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari jajaran TP PKK kecamatan. Mereka menilai langkah Bunda Rai bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











