BerandaTabananPosyandu 6 SPM Tabanan Diperkuat, Bunda Rai Dorong Sinergi Warga

Posyandu 6 SPM Tabanan Diperkuat, Bunda Rai Dorong Sinergi Warga

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Pemberdayaan masyarakat di tingkat banjar dan desa terus didorong Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui penguatan Posyandu, kepedulian lingkungan, hingga pemanfaatan pekarangan rumah. Upaya tersebut terlihat dalam roadshow Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, di Kecamatan Kerambitan dan Selemadeg Timur, Senin (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai sapaan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya memberikan pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), tetapi juga meninjau persiapan Lomba Telajakan di Desa Tista serta melihat langsung pengelolaan sampah berbasis sumber di SD Negeri 1 Mambang.

Kegiatan diawali di Banjar Wani, Kecamatan Kerambitan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai disambut kelompok senam lansia sebelum meninjau pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Ia juga melihat kinerja kader sekaligus memastikan para kader telah memiliki surat keputusan (SK) dan memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Posyandu 6 SPM di Banjar Wani sendiri telah mulai diterapkan sejak Januari 2026. Menurut Bunda Rai, keberadaan Posyandu tidak semata-mata berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi dapat menjadi pintu awal masyarakat menyampaikan berbagai persoalan pelayanan dasar lainnya.

“Saya selaku Tim Pembina Posyandu Kabupaten memberikan sosialisasi dan mengharapkan semua di sini sudah menerapkan 6 SPM. Kebetulan di Banjar Wani ini sudah diterapkan mulai Januari 2026,” ujarnya.

Bunda Rai mendorong masyarakat agar menjadikan kader Posyandu sebagai tempat awal menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, persoalan tersebut dapat dikoordinasikan dengan perbekel maupun perangkat daerah terkait.

Ia menilai keberhasilan Posyandu 6 SPM membutuhkan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Kader juga memiliki peran penting dalam melakukan pendataan dan membantu menghubungkan masyarakat dengan pihak yang dapat memberikan solusi.

“Sosialisasi harus dilakukan kepada masyarakat secara terus-menerus. Nanti kader bisa memberikan edukasi dan mencatat permasalahan agar bisa mencarikan jalan keluar yang tepat. Kita harus selalu bersinergi, berkoordinasi dan bekerja sama agar program bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Roadshow kemudian berlanjut ke Banjar Dauh Pangkung, Desa Tista, untuk melihat persiapan Lomba Telajakan. Bunda Rai melihat langsung penataan berbagai tanaman yang memperindah lingkungan, mulai dari bunga kamboja, bougenville, sandat, kacang tanah hingga tanaman lainnya.

Peninjauan juga menyasar rumah warga yang menjadi percontohan. Pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui tanaman obat keluarga (TOGA), warung hidup dan lumbung hidup, termasuk menanam sayuran dan buah-buahan serta memelihara ayam.

Pemanfaatan lahan tersebut mendapat apresiasi karena tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan keluarga.

Perjalanan roadshow dilanjutkan ke SD Negeri 1 Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur. Sekolah tersebut sebelumnya menjadi juara dalam pengelolaan sampah melalui program Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Baca Juga:  Sanjaya Dorong Sinergi ABPEDNAS dan ASLINMAS Perkuat Desa

Bunda Rai melihat sejumlah inovasi yang dikembangkan sekolah, seperti pemanfaatan ecobrick sebagai pagar taman, ruang khusus pembuatan maggot, hingga teba modern yang telah digunakan dan memasuki tahap panen.

Selain itu, lingkungan sekolah dilengkapi poster edukasi tentang sampah, tanaman sayuran dan buah, serta kolam lele berbahan terpal.

“Ini merupakan inovasi yang luar biasa dan harus terus dikembangkan,” ujar Bunda Rai.

Ia juga meminta hasil karya dan inovasi siswa ditata dengan baik agar tetap memiliki nilai edukasi sekaligus tidak mengurangi kerapian lingkungan sekolah.

“Karya-karya anak-anak ini sangat luar biasa, tetapi harus ditata dengan baik agar lingkungan sekolah tetap terlihat rapi, bersih dan indah,” ungkapnya.

Roadshow tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Posyandu menjadi ruang pelayanan dasar dan pendataan persoalan warga, sementara pemanfaatan pekarangan serta pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan kader, sekolah, pemerintah desa, perangkat daerah dan masyarakat, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan mendorong agar berbagai program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER